Jumat, 09 Desember 2011

Memicu paltform Windows bergerak lambat

Menurut sebuah laporan dari Taipei, Ultrabook akan menjadi mainstream di tahun-tahun mendatang, sehingga bisa memicu paltform Windows bergerak lambat.

Saat menghadiri sebuah konfrensi di Taipei, Chairman Acer, J.T Wang mengatakan bahwa spesifikasi yang mendefinisikan kategori dari ultrabook akan menjadi model mainstream untuk PC tablet dan notebook dalam lima tahun mendatang.

Dilansir Cnet, Senin (5/12/11), Wang menambahkan bahwa dengan munculnya ultrabook bisa memperlambat framework Wintel (Windows-Intel). Selain itu dia juga mengatakan, garis antara laptop dan tablet akan menjadi kurang jelas.

Sementara itu, pada konfrensi Intel Capital, CEO Paul Otellini mengatakan Windows 8 pada tahun 2012 akan berbasis sentuhan ultrabook.

"Dimulai dengan Windows 8, Anda memiliki sistem operasi mainstream yang menggabungkan sentuhan. Pandangan kami yakni dalam garis ultrabook, sentuhan merupakan hal yang penting," katanya bulan lalu.

Mengenai harga ultrabook, Wang mengatakan, "Untuk meningkatkan volume ultrabook, harganya harus dijaga sekira USD699. Dia juga memprediksi bahwa pengiriman ultrabook Acer seharusnya ada diantara 250 ribu dan 300 ribu pada kuartal keempat.

Jumat, 18 November 2011

230 pesawat senilai Rp195 triliun

Lion Air secara mengejutkan membuat kesepakatan dengan Boeing untuk membeli 230 pesawat senilai Rp195 triliun. Pesawat itu terdiri atas 201 jenis 737 Maxz dan 29 next generation 737-900 ERs yang akan datang mulai 2017 hingga 2025.

Lion sendiri telah memesan pesawat Boeing sebanyak 178 pesawat sejak 2007-2017, sehingga total yang akan dimiliki Lion hingga 2025 sebanyak 408 pesawat Boeing. Jumlah ini melebihi pesawat yang dimiliki maskapai terbesar saat ini, Garuda Indonesia. Apakah langkah Lion Air ini dapat menggeser posisi Garuda?

Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan, menilai langkah Lion Air adalah positif. Menurut dia, upaya penambahan armada seharusnya diikuti oleh maskapai penerbangan lainnya. Hal ini menyangkut pelaksanaan Open Sky pada 2015. Garuda merasa langkah Lion itu tidak membuat maskapai pelat merah itu merasa tersaingi.

“Tidak, itu bukan saingan. Kami melihat langkah Lion Air adalah kebijakan yang positif, karena ini kan rencana jangka panjang,” kata Eliza saat dihubungi media di Jakarta, Jumat 18 November 2011.

Menurut Elisa, langkah Lion Air untuk menambah jumlah armadanya seharusnya diikuti oleh maskapai penerbangan lain. Hal ini penting untuk menghadapi Open Sky tahun 2015.

“Sebenarnya saya setuju dengan Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana, bahwa ke depan kita harus menjadi tuan rumah dan bisa bersaing dengan negara tetangga dalam hal Open Sky,” ujarnya.

Dengan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, lanjut Elisa, maka kita akan menguasi pasar Indonesia. Namun, semua ini juga diperlukan dukungan dan kerja sama dari pemerintah. Ini menyangkut infrastruktur, fasilitas, dan regulasi.

Untuk menghadapi Open Sky, Garuda memiliki program pengembangan dan revitalisasi bernama 'Quantum Leap'. Hingga 2015, Garuda Indonesia merencanakan untuk menambah armada dari yang saat ini sebanyak 89 pesawat menjadi 154 pesawat yang terdiri atas B737-800NG untuk domestik dan regional, A330-300/200 untuk jarak menengah dan sedang, serta B777-300ER untuk jarak jauh (longhaul) dengan rata–rata usia pesawat lima tahun.

“Garuda memiliki program pengembangan dan revatalisasi armada bernama Quantum Leap dan dengan program itu direncanakan menambah jumlah pesawat menjadi 154 pesawat dan 50 pesawat Citilink,” jelas Elisa.

Kamis, 27 Oktober 2011

Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional

Ratusan buruh yang tergabung dalam Komite Persiapan Konfederasi Serikat Nasional (KP KSN) Sulsel menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, kemarin. Mereka menuntut Gubernur segera menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2012 sebesar Rp1,5 juta per bulan. Dalam pernyataan sikapnya, buruh menyatakan, angka UMP tersebut paling ideal untuk menjamin kesejahteraan buruh di Sulsel. ”Opsi yang dikeluarkan Dewan Pengupahan sangat tidak layak.

Karena itu, kami mendesak Gubernur segera menetapkan UMP Rp1,5 juta sekarang juga,” ujar koordinator aksi, Salim Syamsur, dalam orasinya,kemarin. Jika tuntutannya tidak dipenuhi, KP KSN mengancam akan mengordinasi pekerja untuk golput dalam Pemilihan Gubernur 2013. ”UMP bagi kami adalah hak dasar.Kalau itu sudah dilanggar, berarti itu pelanggaran HAM. Kenaikan upah itu tidaklah fatal, malah akan menambah motivasi butuh untuk lebih giat bekerja,”katanya.

Selain berorasi, puluhan pendemo ini juga membentangkan spanduk yang berisi desakan segera ditetapkannya UMP 2012. Mereka juga membakar ban bekas di depan Kantor Gubernur Sulsel sehingga memacetkan arus lalu lintas di Jalan Urip Sumohardjo. Menanggapi desakan itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku akan mengkaji dua opsi yang dikeluarkan Dewan Pengupahan terkait penetapan UMP Sulsel 2012.

Pihaknya akan mengambil jalan tengah agar keputusan yang dikeluarkan nanti tidak akan merugikan para buruh dan pengusaha di daerah ini serta perkembangan perekonomian di Sulsel. ”Dalam tiga tahun terakhir terjadi kenaikan UMP, dari Rp700.000 naik menjadi Rp1,1 juta pada 2011. Kenaikannya cukup tinggi dong.Karena itu, mereka (buruh) harus sabar,” paparnya kepada wartawan.

Saat dicecar mengenai dua opsi yang telah dikeluarkan Dewan Pengupahan Sulsel, mantan Bupati Gowa dua periode ini terkesan berhati-hati memberikan jawaban kepada wartawan. ”Saya tidak berani sebut karena harus melakukan pembicaraan tripartit untuk melihat perkembangan yang ada,”tuturnya.

Petani Rotan Inginkan Tetap Ekspor

Sementara itu, ratusan orang yang tergabung dalam Solidaritas Buruh dan Petani Rotan Sulawesi (SBPRS) menggelar unjuk rasa menuntut pemerintah tetap memberlakukan ekspor rotan.Mereka menolak Peraturan Menteri Perdagangan No 36/2009 tentang aturan ekspor rotan telah habis masa berlakunya pada 12 Oktober 2011.

Juru bicara SBPRS Muhtar Guntur kepada SINDO,mengaku penolakan tersebut untuk menyelamatkan nasib petani dan buruh rotan yang ada di Indonesia. Menurut dia, jika ekspor rotan dihentikan,geliat perdagangan rotan akan menurun. “Kasihan petani dan buruh rotan yang sehari-hari bekerja untuk itu.Kalau ekspor sampai ditutup, sudah tentu harga rotan akan menurun dan gairah petani akan ikut merosot,” ujarnya.

Dia juga mengimbau pemerintah melalui Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Perindustrian MS Hidayat meninjau ulang kebijakan penghentian ekspor tersebut. “Kami sudah koordinasi dengan kawan-kawan serikat buruh dan petani rotan di provinsi penghasil rotan di Indonesia, seperti di Kalimantan dan Jawa Barat. Jika pemerintah tetap memberlakukan pemberhentian ekspor rotan, akan dilakukan aksi lebih besar,” ungkapnya. Selain berorasi tentang ekspor rotan,massa yang juga merupakan gabungan buruh di SulseliniberorasiterkaitUMP2012.

PDAM Makassar

PDAM Makassar memutuskan menggunakan air Sungai Tallo untuk memenuhi kebutuhan air bersih menyusul berkurangnya pasokan dari Sungai Jeneberang dan Leko Paccing ke Instalasi Penjernihan Air (IPA). Air sungai yang membelah kawasan permukiman dan industri ini, diolah di sejumlah IPA milik PDAM sebelum dialirkan139.000 pelanggan di Kota Makassar.

Salah satu IPA yang memproduksi air ini adalah IPA Panaikang yang selama ini hanya mengolah air tawar. Keputusan pemakaian air Sungai Tallo diungkapkan Direktur Utama PDAM Hamzah Ahmad dalam rapat kerja dengan Komisi B DPRD Makassar.

Menurutnya,PDAM harus mencari sumber air baku lain menyusul penurunan pasokan air baku dari Sungai Jeneberang dan Leko Paccing. Namun, Humas PDM Makassar Darwis Rapi membantah, jika air yang diolah PDAM untuk konsumsi masyarakat itu merupakan air Sungai Tallo. Menurutnya, air yang diolah itu merupakan air Sungai Moncongloe yang bermuara di Sungai Tallo.

“Air yang kami pakai berasal dari Sungai Moncongloe yang dekat dengan SMA 19 Makassar. Muara sungai itu memangadalah Sungai Tallo.Kalaudikatakanpayau airnya saat didistribusikan, itu juga dipengaruhi jika ada air pasang. Kami akhirnya menghentikan menyedot air sungai itu saat air pasang,”paparnya kepada SINDO,tadi malam.

Menurutnya, untuk memanfaatkan Sungai Moncongloe yang terletak di perbatasan Makassar-Maros itu, air dipompa ke daerah aliran air Abdullah Daeng Sirua. Akan tetapi, aktivitas pompa hanya dilakukan saat siang hari atau saat air sedang tidak pasang. “Saat melakukan pertama kali, kami tidak melihat akibat air pasang itu.

Setelah uji coba pertama kami hentikan saat terjadi air pasang laut karena menyebabkan air menjadi payau. Langkah kami menggunakan air di Moncongloe itu disebabkan sumber air Leko Paccing yang susut,”ujar Darwis. Dia juga membantah bahwa PDAM asal menarik dan mengolah air untuk konsumsi masyarakat.

Dia menegaskan, air di Moncongloe sebelum diolah sebelumnya diperiksa tim PDAM, pemeriksaan air juga melalui tes laboratorium. “Awalnya kami menguji me-lalui alat laboratorium portabel untuk menguji kelayakan konsumsi air di sana. Air yang didistribusikan untuk konsumsi masyarakat pasti sudah melalui uji coba laboratorium,” pungkasnya.

Sungai Tallo membelah Kota Makassar dari arah Kabupaten Maros. Selain untuk transportasi, sungai ini juga digunakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tello. Bahkan, di beberapa titik, khususnya di sekitar Kawasan Industri Makassar (KIMA) Sungai Tallo, digunakan membuang limbah cair ke arah laut. Sementara itu, Direktur PDAM Hamzah Ahmad menyebutkan, PDAM dan investor pengolahan air bersih, yakni PT Traya, telah mengkaji kelayakan air Sungai Tallo untuk diolah menjadi air baku.

Hasil kajian tersebut menyatakan kelayakan pengolahan itu. “Pada percobaan satu-dua kali memang masih payau, tetapi saat ini kualitasnya sudah baik,”tandasnya. Langkah PDAM mengolah air Sungai Tallo sebagai air baku untuk konsumsi pelanggannya, sempat mendapat sorotan dari mantan anggota Badan Pengawas PDAM Bastian Lubis.

Menurut dia, air hasil kelola itu yang mengalir ke rumahnya terasa asin,agak bau,dan tawar. “Harus diperhatikan lagi itu pengelolaan air Sungai Tallo, soalnya airnya agak bau dan tawar.Apalagi,kita semua tahu air di Sungai Tallo itu bagaimana kondisinya,tempat pembuangan sampah masyarakat juga,” ujar dia di depan anggota Komisi B dan direksi PDAM.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Ma-kassar Irwan ST kemarin menyatakan, upaya PDAM mengelola air Sungai Tallo sebagai air baku untuk konsumsi masyarakat sepanjang dapat diolah sehingga sehat untuk dikonsumsi, menurutnya tidak ada masalah.

“Kami di Komisi B pada dasarnya sejak awal memang sudah mendorong PDAM mencari sumber-sumber air baku alternatif menyusul menurunnya debit air dan kontribusi dari sumber air tetap, seperti Leko Paccing dan Bilibili,”kata politikus PKS itu,kemarin. Komisi B juga mendorong PDAM bisa memprioritaskan dan memaksimalkan sumbersumber air yang ada di kawasan Makassar.

Agar pada musim kemarau pelanggan PDAM tetap bisa memperoleh suplai air bersih yang cukup. Selain itu, ke depan diharapkan tidak ada lagi ancaman penghentian pasokan air oleh warga atau Pemkab karena sumber air PDAM ada di luar Makassar.

“Untuk tudingan yang dilontarkan terkait air Sungai Tallo tidak layak dijadikan air baku untuk konsumsi, masih harus dibuktikan secara empiris melalui pemeriksaan di laboratorium. PDAM juga harus membuktikan secara ilmiah kepada masyarakat bahwa air Sungai Tallo setelah diolah memang layak dikonsumsi karena pertaruhannya kesehatan masyarakat,” pungkas Irwan.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Tidak adanya angkutan kota

Warga Kota Pagaralam mengeluhkan tidak adanya angkutan kota (angkot) menuju kompleks perkantoran Gunung Gare.Pasalnya, ketika hendak berurusan ke dinas terkait, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pendidikan dan kantor lainnya, warga terpaksa naik ojek yang biayanya sangat tinggi.

Pantauan media massa, jarak kompleks perkantoran Gunung Gare dari pusat kota sekitar 15 km. Sudah sewajarnya jika dengan jarak yang jauh disediakan angkutan kota. Memang, untuk pegawai Pemkot disediakan bus pegawai yang setiap hari mengangkut pegawai. Akan tetapi, bagi masyarakat biasa yang tidak mempunyai kendaraan, kondisi yang ada sangatlah menyusahkan. Anan, 54, warga Kelurahan Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara, mengatakan, sebenarnya untuk kantor yang setiap hari berhubungan dengan masyarakat letaknya harus di pusat kota.

Hal ini guna memudahkan masyarakat untuk berurusan. Akan tetapi, jika letak kantor yang sangat jauh, ditambah tidak adanya angkutan umum, akan menyusahkan masyarakat. “Kalau ada angkot kami sebagai warga tidak mampu cukup merasa ringan.Akan tetapi, jika tidak ada dan kamiterpaksa naik ojek tentunya sangat menyusahkan karena mahal. Apalagi, ojek tersebut harus dicarter sampai urusan selesai. Jika hanya diantar maka bisabisa tidak bisa pulang lagi kecuali jalan kaki,” kata Anan ketika hendak berurusan di Kantor Disdukcapil kemarin.

Menanggapi kondisi ini, anggota DPRD Kota Pagaralam Rasmizal mengatakan, memang sudah sewajarnya jika di daerah tersebut disediakan angkutan umum. Jika angkutan umum ditakutkan akan mengganggu ketertiban, Pemkot Pagaralam harus menyediakan bus khusus bagi masyarakat dan pegawai untuk pergi ke kantor yang selalu siap setiap saat. Dengan begitu, masalah yang ada dapat diatasi.

Jumat, 15 Juli 2011

kondisi tempurung kepala tidak sempurna

Anak ketiga pasangan Kiman (35) dan Cahyati (33) dari Kabupaten Bekasi lahir dengan kondisi tempurung kepala tidak sempurna. Pasangan ini kesulitan membiayai perawatan untuk jabang bayi karena miskin.

Bayi itu dilahirkan dengan bobot 2,7 kilogram pada Kamis (14/7/2011) sekitar pukul 11.45 WIB. Kelahiran dibantu oleh Bidan Nurhayati di Kampung Pulobambu, Desa Sukaindah, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

Hanya di kepala bagian belakangnya saja yang nggak ada tulang kerasnya. Di tempat itu sampai keluar (maaf, Red) kayak hati ayam yang lunak," kata Kiman, ayah kandung si jabang bayi, di kediaman di Kampung Pulotanjung RT 01 RW 01 Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jumat (15/7/2011).

Karena lahir dengan kondisi tidak normal, Kiman membawa si bungsu itu ke Rumah Sakit Daerah Cibitung.

Namun, karena keterbasan peralatan kesehatan, RSD meminta agar jabang bayi Kiman-Cahyati dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung atau Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. "Dokter bilang, penyakitnya langka," kata Kiman.

Padahal, untuk berobat ke RSCM, pasangan yang miskin ini memerlukan kartu jaminan kesehatan masyarakat. Sayangnya, keluarga ini tidak terdata dan belum memiliki kartu.

"Ini saya baru dapat surat keterangan tidak mampu dari kantor desa dan semoga bisa dipakai," ujar Kiman dengan nada berharap. Demikian catatan online Belajar Ngeblog yang berjudul kondisi tempurung kepala tidak sempurna.

Selasa, 12 Juli 2011

Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk

Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk mengakui, gaji atau penghasilan pilot asing di BUMN penerbangan itu lebih tinggi dibanding pilot lokal. "Ya, lebih tinggi dibanding pilot tetap WNI (warga negara Indonesia) karena mereka bekerja maksimal satu tahun, tahun ini saja," kata Direktur Operasi PT Garuda Indonesia Tbk Capt Ari Safari kepada pers di Jakarta, Selasa (12/7/2011).

Penegasan tersebut disampaikan terkait dengan pernyataan ratusan pilot PT Garuda Indonesia Tbk yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan menyatakan diri secara terbuka sedang resah. "Keresahan kami karena adanya diskriminasi kesejahteraan antara pilot asing dengan pilot lokal, baik posisi Captain maupun First Officer (FO)," kata Kuasa Hukum APG, Said Damanik, sebelumnya.

Said mengatakan, pilot lokal di BUMN penerbangan ini memperoleh rata-rata penghasilan dan fasilitas pendukung dua kali lebih rendah ketimbang pilot asing.

Ari Safari melanjutkan, kebijakan menggunakan pilot asing di Garuda bukan hal baru. Bahkan, pada 1970-an pilot asing yang dikontrak saat itu memiliki tunjangan perumahan di Singapura. "Sedangkan pilot Garuda di Indonesia (tunjangan perumahannya) dan memang penghasilan pilot asing jauh lebih tinggi," katanya.

Kondisi yang sama, lanjut Ari, akan dialami pilot Indonesia jika dikontrak bekerja di maskapai asing. "Contohnya, saya pada 1989 pernah bekerja sementara di Korea Airlines dan penghasilan saya ditambah fasilitas lainnya, jauh di atas pilot Korea," katanya.

Dengan demikian, menurut Ari, hal semacam itu sudah jamak di dunia penerbangan internasional.

Oleh karena itu, tambah Ari, apa yang dilakukan para pilot yang tergabung dalam APG itu hanya masalah kurang mengerti. "Dan, manajemen sebetulnya sudah merencanakan bertemu mereka besok (Rabu, 13/7/2011), setelah pada 28 Juni 2011 melakukan pertemuan serupa," katanya.

Terhadap ancaman mogok terbang jika tuntutan mereka untuk disetarakan dengan pilot asing di Garuda dalam dua pekan ke depan, Ari menilai, hal itu tidak perlu. "Sebab, berdasarkan ketentuan dalam UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, mogok kerja bisa dilakukan jika manajemen dan serikat karyawan yang sebelumnya didahului dengan dialog bipartit maupun tripartit terjadi dead-lock," katanya. Demikian catatan online dari Belajar Ngeblog yang berjudul Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk.

Rabu, 06 Juli 2011

Rumah milik Udin

Rumah milik Udin (30), salah seorang yang diduga teroris dan diduga juga terlibat jaringan perdagangan senjata api ilegal yang masih menjadi daftar pencarian orang, digeledah tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Dari rumah Udin yang sehari-hari berjualan bubur, polisi membawa satu telepon genggam milik sang istri, Al Quran digital, dan beberapa keping cakram.

Saat ditanyakan tentang keseharian Udin di masyarakat, Andes, Ketua RW 07 Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, mengatakan, Udin dikenal sebagai pribadi yang ramah dan cukup aktif dalam kegiatan masyarakat. Di masyarakat aktif, setiap habis jual bubur juga mengurus masjid," ujar Andes saat ditemui di depan rumah Udin di Tanah Merah, RT 005, RW 07, Tugu Selatan, Koja, Rabu (6/7/2011).

Andes juga menambahkan, ia sempat berbicara kepada salah seorang anggota polisi yang mengatakan bahwa penggeledahan tersebut merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Udin. Polisi hanya bilang ini pengembangan dari penangkapan lainnya di Koja," kata Andes.

Sementara itu, Wirdawati, istri Udin, tidak bisa diwawancarai karena masih dalam keadaan sakit. Sebelumnya, Densus 88 menangkap tujuh terduga teroris di wilayah Surabaya dan Jakarta. Mereka diduga terlibat jaringan perdagangan senjata api ilegal pada Senin (4/7/2011).

Mereka yang ditangkap di Surabaya berinisial AI alias ADM dan IK. Barang bukti yang disita dari keduanya adalah satu senjata api jenis M-16, lima senjata jenis FN, dan satu senjata jenis mitraliur. Adapun tersangka yang ditangkap di Jakarta berinisial A alias IK, AI alias MR, W O alias S, M IR, dan AMA alias A. Barang bukti yang disita dari mereka adalah dua senjata api jenis M-16. Saat ini, semua tersangka sedang diperiksa secara intensif oleh Densus 88. Demikian catatan online Belajar Ngeblog yang berjudul Rumah milik Udin.

Senin, 07 Februari 2011

Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pasrah menyusul meninggalnya Rinra Sujiwa Syahrul Putra (19), anaknya, di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Jawa Barat, Senin (31/1/2011) dini hari.

Padahal, Rinra sempat ditanya Syahrul di Jakarta soal luka memar di perutnya. Namun, ia menjawab ini adalah hal yang biasa di IPDN. "Ini biasa Pak di STPDN," kata Rinra seperti dikutip kerabat Syahrul yang minta namanya dirahasiakan.

Namun, melalui orang dekatnya, Asdar Muis RMS, Syahrul menyatakan, meski soal kematian anaknya di dalam kampus belum ada konfirmasi resmi dari pihak IPDN, dia tidak akan menuntut pihak IPDN.

"Pak Syahrul pasrah kepada Ilahi. Dia tidak akan menuntut IPDN," kata Asdar dari Faisal Malik, orang yang selama ini banyak mendampingi Gubernur Sulsel, mengutip penyataan Syahrul.

Sehari sebelum meninggal di IPDN, Jatinangor, Senin (31/1/2011) dini hari, Rinra masih sempat meminta ayahnya untuk tidur berdampingan dengannya.

"Kemarin, Pak Gubernur masih sempat mengantar Rinra ke bandara," kata Asdar mengutip cerita dari Andi Ilhamsyah Gazaling, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel yang juga ikut menemani Gubernur ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu sore.

Rinra berada di Makassar untuk liburan akhir pekan sekitar empat hari. Rinra yang merupakan praja madya angkatan 2008 di IPDN langsung masuk kampus pada malam harinya.

Setelah masuk kampus yang masih mengedepankan tradisi senioritas, putra bungsu Syahrul ini meninggal. Syahrul mendapat kabar putranya meninggal pada Senin pagi, langsung dari pimpinan IPDN. Demikian catatan online Belajarblog80 tentang Syahrul Yasin Limpo.

Minggu, 23 Januari 2011

Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya mengaku telah mengantongi alamat situs-situs serta akun di jejaring sosial seperti Facebook dan Friendster yang diduga dijadikan bisnis prostitusi online.

"Kami terus melakukan patroli cyber untuk mengetahui alamat situs-situs yang dijadikan bisnis prostitusi online. Saat ini, sudah mendapatkan situs dan akun di jejaring sosial yang diduga sebagai media untuk menawarkan jasa prostitusi," ujar Kepala Satuan Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Hermawan, di Jakarta, Minggu 23 Januari 2011.

Bahkan, menurut Hermawan, saat ini banyak pelaku prostitusi online yang menawarkan model-model dari dalam dan luar negeri. "Semakin cantik perempuan yang ditawarkan, tentunya harganya semakin mahal. Apalagi, kalau perempuab dari luar negeri, tarifnya jauh lebih mahal," ungkapnya.

Para pelaku, dia menambahkan, biasanya mempunyai website sendiri. Bahkan, tidak jarang para pelaku juga menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Friendster.

Menurut dia, penyidik juga telah menemukan beberapa situs yang memang menyediakan perempuan-perempuan asal luar negeri dalam bisnis prostitusi online. "Kalau untuk situs-situs ini biasanya sangat eksklusif, dan hanya member yang bisa memesan," ujarnya.

Ia mengakui, para pelaku bisa sangat leluasa menjalankan bisnisnya karena mereka merasa aman serta hukuman yang diberikan juga cukup ringan.

Bahkan, untuk para pelaku yang sudah divonis sebelumnya hanya mendapatlkan hukuman penjara tiga bulan dan denda sebesar Rp8.000.

Padahal, dalam pasal 27 Undang-Undang Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), pelaku bisa dipenjara enam tahun atau denda Rp1 miliar. Namun, untuk vonis maksimal diperlukan dukungan dengan bukti-bukti yang cukup.

Bukti-bukti pendukung lainnya antara lain lalu lintas komunikasi, pemesanan, transfer hingga prosedur pemesanan yang jelas. "Kalau untuk vonis memang bukan di kami, semuanya ada di tangan hakim," ujar dia.

Alhasil, bisnis prostistusi online semakin marak terjadi dan diminati. Selain lebih praktis, bisnis ini tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menjajakan perempuan kepada pria hidung belang. Mereka tidak lagi menawarkan layanan prostitusi dengan cara-cara konvensional.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan, hukuman ringan juga mempengaruhi banyaknya orang untuk berbisnis prostitusi online. "Kurang maksimalnya hukuman membuat orang justru tidak pernah jera, sehingga bisnis ini semakin banyak," tuturnya.

Bahkan, menurut dia, saat ini para pelaku juga sudah tidak canggung menawarkan anak di bawah umur untuk dijadikan pemuas nafsu pria hidung belang.

Arist melanjutkan, walaupun bisa dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, banyak pelaku yang mendapatkan hukuman ringan, bahkan tidak sesuai tuntutan yang ada di UU Perlindungan anak. "Banyak dari mereka yang hanya dihukum beberapa bulan, dan setelah bebas mereka juga bisa langsung membuka bisnis ini lagi," ujarnya.

Selain hukuman ringan, omzet yang mereka dapatkan dari bisnis ini juga cukup menggiurkan. Untuk ABG yang ditawarkan kepada lelaki hidung belang biasanya bertarif Rp1,5-2 juta untuk sekali kencan. Mereka pun bisa meraup ratusan juta rupiah setiap bulannya. Demikian catatan online Belajarblog80 tentang Polda Metro Jaya.

Kamis, 20 Januari 2011

Partai Golkar

Partai Golkar menggelar rapat internal dengan agenda perkembangan mutakhir di Tanah Air. Salah satunya, pernyataan Gayus Tambunan pascasidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin, yang menimbulkan kontroversi dan mengejutkan banyak pihak. Terkait pernyataan Gayus, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, partainya merasa menjadi pihak yang paling terpukul. Mengapa?

"Memang kami terperanjat dan terpukul atas pengakuan bahwa lingkungan kecil Presiden tidak steril. Kalau benar pengakuan itu, mengenai rekayasa dan punya kepentingan tertentu, sudah tentu kami merasa terpukul karenanya. Kami pertanyakan hal semacam seperti itu dibenarkan. Jelas Golkar dan partai koalisi mengawal hal ini, dan perlu ada klarifikasi lengkap atas masalah ini," kata Wakil Ketua DPR ini di Gedung DPR, Kamis (20/1/2011) sore.

Dalam pernyataannya, Gayus mengatakan bahwa Satgas Pemberantasan Mafia Hukum membawa kasusnya ke ranah politik dan mengaitkan kasusnya dengan perusahaan Grup Bakrie. Priyo mengatakan, partainya berharap Presiden bisa memberikan klarifikasi seputar masalah ini dan mengambil hikmah untuk segera mendisiplinkan cara-cara yang tidak "cantik" yang dimainkan Satgas.

Golkar, lanjutnya, masih menahan diri untuk turut mewacanakan pembubaran Satgas karena itu merupakan hak Presiden. Selain soal Gayus dan Satgas, dalam rapat yang dihadiri pimpinan partai dan fraksi Golkar ini, juga dibahas isu mutakhir, seperti RUUK DI Yogyakarta, kasus Century, kelangkaan pangan, dan reaksi tokoh agama. Demikian catatan online Belajarblog80 tentang Partai Golkar.

Jumat, 07 Januari 2011

Siprianus Lau (18) dan Marni Abanat (17)

Siprianus Lau (18) dan Marni Abanat (17) sudah menjalin asmara selama dua tahun. Bahkan, September lalu keduanya sebenarnya sudah akan menikah. Akan tetapi, api cemburu membakar Lau, dan nyawa Marni pun melayang.

Drama percintaan berujung maut itu terjadi di ranjang kamar Marni di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (5/1/2011). Saat itu Lau mengunjungi pacarnya itu, dan menemukan Marni sedang menerima telepon yang diduga dari seorang pria. Lau lantas memukul Marni. Belum puas, dia mengambil pisau dapur dan menusuknya. Marni sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Belu Ajun Komisaris Donny Bramanto di Atambua, Jumat (7/1/2011), mengatakan, hubungan asmara Lau dan Marni memang agak mendingin menjelang akhir tahun lalu. Puncaknya, pada 31 Desember Marni yang masih duduk di kelas XII SMKN Atambua itu tidak mau diajak bermalam Tahun Baru bersama.

Donny menambahkan, hubungan kedua pelajar itu sebenarnya sudah disetujui kedua orangtuanya. Bahkan, September lalu mereka rencananya akan dinikahkan meski akhirnya dibatalkan atas saran para guru agar mereka menyelesaikan sekolah dahulu.

Untuk mencairkan hubungan yang dingin itu, Lau sudah berusaha mengajak bicara Marni. Akan tetapi, di sekolah pun Marni selalu menghindar dari Lau. Kalau ditelepon pun, dia tidak mau mengangkatnya.

Momen malam pergantian tahun rencananya akan dimanfaatkan Lau untuk memperbaiki hubungan, atau setidaknya bisa mengetahui apa penyebab sikap dingin sang pacar. Akan tetapi, Marni kembali menolak ketika diajak bermalam Tahun Baru di rumah Lau.

Setelah itu, Lau terus berupaya menemui korban untuk mencari alasan, mengapa hubungan keduanya tidak berjalan seperti sebelumnya. Ia rela berpisah bila Marni memang menghendaki, tetapi itu harus dibicarakan baik-baik.

Dibakar cemburu

Rabu (5/1/2011) sekitar pukul 11.00, Lau mendatangi rumah Marni. Ia mendapati sang pacar tiduran di kamar sambil bertelepon. Samar-samar, Lau mendengar suara lelaki dari telepon Marni. Api cemburu pun berkobar. "Pelaku lalu memukul korban," kata Donny.

Tidak puas dengan pukulan itu, Lau kemudian lari ke dapur, mengambil pisau, kemudian kembali masuk kamar, dan langsung menikam korban di bagian dada, perut, dan lengan.

Marni sempat berteriak minta tolong sehingga kedua orangtuanya yang sedang berada di belakang rumah bergegas menuju kamar tidur Marni. Gadis ABG itu pun dilarikan ke rumah sakit, tetapi tidak lama kemudian ia mengembuskan napas terakhir.

Sementara itu, Lau melarikan diri ke hutan sekitar rumah Marni, tetapi akhirnya ditangkap hari itu juga. Kini, Lau ditahan di Markas Polres Belu untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Demikian catatan online Belajarblog80 tentang Siprianus Lau (18) dan Marni Abanat (17).

Rabu, 05 Januari 2011

Penyidik Bareskrim Polri

Penyidik Bareskrim Polri menggeledah rumah Haposan Hutagalung untuk mencari barang bukti terkait perkara dugaan mafia kasus Gayus Halomoan Tambunan. Dari penggeledahan dua hari lalu itu, penyidik menyita sejumlah dokumen.

"Dokumen atau alat bukti itu bisa menjadi bahan referensi penyidik untuk mengembangkan lebih lanjut," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Rabu (5/1/2011).

Boy belum bersedia mengungkap apa saja dokumen yang disita. Penyidik Direktorat I Pidana Umum Bareskrim Polri masih menyelidiki barang bukti itu.

Seperti diketahui, selain terjerat tiga perkara yang kini bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Haposan sedang disidik kasus dugaan pemalsuan dokumen rencana penuntutan (rentut) untuk terdakwa Gayus. Haposan diduga memalsukan bersama jaksa Cirus Sinaga.

Diduga, ada suap dalam pemalsuan itu. Gayus mengaku menyerahkan uang 50.000 dollar AS kepada Haposan setelah ditunjukkan rentut dengan hukuman pidana selama satu tahun penjara. Namun, penyidik mengaku belum memiliki bukti adanya suap ke jaksa terkait pemalsuan itu. Demikian catatan online Belajarblog80 tentang Penyidik Bareskrim Polri.