Minggu, 15 April 2012

Antre BBM Sepanjang 3 Kilometer Di Kalimantan Barat

Akibat pasokan bahan bakar minyak (BBM) terlambat masuk ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Barat, pemilik kendaraan harus berjuang untuk mengantre dalam kemacetan sepanjang 3 kilometer.

Dalam pantauan media, antrean BBM terjadi di sejumlah daerah seperti kawasan Sungai Pinyu Kabupaten Pontianak, sepanjang jalur ke arah Kabupaten Landak, serta jalur dari Tayan ke arah Kabupaten Sanggau. Tak hanya itu, antrean juga ditemukan di sepanjang jalan menuju ke Trans Kalimantan di daerah Ambawang Kabupaten Kubu Raya.

”Sudah menjadi kebiasan kami di sini mengantre solar. Tak tahu solarnya ada atau tidak," tutur Sutrisno, salah satu sopir ekspedisi jurusan Kota Pontianak–Sintang kepada media, Sabtu, 14 April 2012.

Sutrisno mengaku antrean BBM di SPBU seolah telah menjadi tradisi bagi masyarakat yang melintas wilayah tertentu di Kalbar. Bahkan saking lamanya, para pengendara truk tak jarang tidur di dalam kendaraan mereka hingga pasokan BBM masuk.

Tak hanya kendaraan, antrean BBM di SPBU Kalbar juga dipadati oleh para pembeli minyak eceran yang biasanya menggunakan dirigen atau drum-drum besar yang diangkut dalam mobil boks.

Akibat keterlambatan pengisian ke SPBU dan kekurangan stok BBM, sejumlah masyarakat mengaku senantiasa harus membeli bahan kebutuhan pokok lebih mahal. Penyebabnya, stok bahan makanan berkurang akibat truk pengangkut harus mengantre BBM.

Maisaroh (45), warga Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya ini menuturkan, harga-harga bahan pokok yang mengalami kenaikan di antaranya minyak goreng, gas 3 kg, dan telur,

"Kabar yang saya dapat, itu karena agen kehabisan stok dan biaya pengiriman yang naik," katanya.

Sementara itu, Sales Area Manager PT Pertamina Retail Kalimantan Barat, Putut Andriatno, sampai berita ini diturunkan tak menjawab telepon selulernya.

Selasa, 03 April 2012

Hayati korban Penculikan

Hayati, 15, siswa SMA I Manuju, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, menjadi korban penculikan. Korban hingga kini belum ditemukan kendati keluarga telah mencari, termasuk melapor ke Polsek Manuju. Informasi yang dihimpun media, penculikan terjadi, pada Jumat sekitar pukul 13.30 Wita, saat korban bersama teman- teman sekolahnya dalam perjalanan pulang ke rumah seusai mengikuti kegiatan belajar kelompok di Dusun Paccikokang, sekitar 2 kilometer dari SMA 1 Manuju. Rahman, tetangga korban, mengatakan,sepulang dari belajar kelompok tersebut, korban pulang ke rumah dibonceng motor yang dikendarai Joni, 12, sepupu.

Bersama empat temannya yang berboncengan motor, mereka menyusuri jalan yang kerap dilalaui siswa SMAN 1 Manuju, dekat hutan yang cukup sepi. Tiba-tiba, rombongan pelajar itu dihadang sekelompok orang, berjumlah sekitar lima orang dan semuanya laki-laki. Karena jumlah pelaku cukup banyak korban dan teman-temannya. Pelaku kemudian menyeret Hayati, masuk ke hutan. Korban, ujar Rahman, dijambak rambutnya kemudian ditarik masuk hutan. Siswa lainnya, termasuk Joni yang bonceng korban tidak mampu berbuat banyak.

”Diduga masih ada pelaku lain yang menunggu di hutan,” kata Rahman saat dihubungi media via ponsel. Koordinator Satpol PP Manuju ini mengatakan, kejadian itu diketahui keluarga setelah Joni dan teman-teman korban datang melaporkan peristiwa yang dialami ke orangtua Hayati. Mendengar kejadian tersebut, pihak keluarga langsung melakukan pencarian ke lokasi yang dimaksud, namun tidak ditemukan.

“Kami sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Manuju,namun hingga kini Hayati belum ditemukan,” kata Rahman. Pihak keluarga korban menyebutkan, salah seorang pelaku penculikan diketahui bernama Jufri, 20. Pelaku tersebut masih ada hubungan keluarga dengan korban. Informasi berkembang bahwa, penculikan sengaja dilakukan agar keluarga menyetujui pelaku menikah dengan korban.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP Andry Lilikay mengemukakan, petugas sudah melakukan pencarian terhadap korban, termasuk meminta keterangan para saksi yang melihat aksi dugaan penculikan tersebut. “Kami masih menyelidiki motif dari aksi penculikan tersebut, termasul mencari korban yang hingga kini belum ditemukan,” kata Andry.