Senin, 07 Februari 2011

Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pasrah menyusul meninggalnya Rinra Sujiwa Syahrul Putra (19), anaknya, di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jatinangor, Jawa Barat, Senin (31/1/2011) dini hari.

Padahal, Rinra sempat ditanya Syahrul di Jakarta soal luka memar di perutnya. Namun, ia menjawab ini adalah hal yang biasa di IPDN. "Ini biasa Pak di STPDN," kata Rinra seperti dikutip kerabat Syahrul yang minta namanya dirahasiakan.

Namun, melalui orang dekatnya, Asdar Muis RMS, Syahrul menyatakan, meski soal kematian anaknya di dalam kampus belum ada konfirmasi resmi dari pihak IPDN, dia tidak akan menuntut pihak IPDN.

"Pak Syahrul pasrah kepada Ilahi. Dia tidak akan menuntut IPDN," kata Asdar dari Faisal Malik, orang yang selama ini banyak mendampingi Gubernur Sulsel, mengutip penyataan Syahrul.

Sehari sebelum meninggal di IPDN, Jatinangor, Senin (31/1/2011) dini hari, Rinra masih sempat meminta ayahnya untuk tidur berdampingan dengannya.

"Kemarin, Pak Gubernur masih sempat mengantar Rinra ke bandara," kata Asdar mengutip cerita dari Andi Ilhamsyah Gazaling, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel yang juga ikut menemani Gubernur ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu sore.

Rinra berada di Makassar untuk liburan akhir pekan sekitar empat hari. Rinra yang merupakan praja madya angkatan 2008 di IPDN langsung masuk kampus pada malam harinya.

Setelah masuk kampus yang masih mengedepankan tradisi senioritas, putra bungsu Syahrul ini meninggal. Syahrul mendapat kabar putranya meninggal pada Senin pagi, langsung dari pimpinan IPDN. Demikian catatan online Belajarblog80 tentang Syahrul Yasin Limpo.