Rabu, 25 Januari 2012

Iptu Ruddy Raranta

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Malalayang, Iptu Ruddy Raranta, mengatakan tersangka kasus pembunuhan dan pemerkosaan di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, diduga mengalami masalah kejiwaan. Dalam pemeriksaan Wns mengaku membunuh dan dua kali memperkosa korban. Wns kadang mengelak, katanya dia tidak meniduri korban. Wns beralasan, dia hanya melakukan masturbasi dan tidak meniduri korban" ujar Ruddy kepada media, 25 Januari 2012.

Namun, dengan adanya percikan sperma di tempat duduk mobil, kepolisian tetap menduga bahwa Wns telah menyetubuhi korban. "Di hadapan penyidik yang mengambil berita acara pemeriksaan (BAP) dia tidak mengakui perbuatannya, padahal dia pernah mengatakan meniduri korban dua kali" lanjut Ruddy.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan kejiwaan terhadap Wns yang diduga mengalami gangguan jiwa.. Dokter mengatakan kepada kami bahwa Wns tidak mengalami gangguan jiwa. Di dalam ruang tahanan pun Wns terlihat biasa, seakan tidak melakukan apa apa," ucap Ruddy.

Sebelumnya, dalam pemeriksan awal Wns juga mengaku tidak membunuh L. Meski demikian, ia ditemukan dalam kondisi berlumuran darah, bersama jasad L yang sudah terbujur kaku. Kasus ini bermula saat polisi mencurigai sebuah mobil Avanza yang terparkir di pantai Malalayang. Saat diperiksa, polisi kemudian menemukan Wns bersama korban di dalam mobil dalam keadaan telanjang dan berlumuran darah di sekujur tubuh mereka.

Korban meninggal dengan luka tusukan di tubuh, dada, perut, dan paha kiri. Awalnya korban tidak mengakui perbuatannya saat ditangkap dan memberikan keterangan kepada pihak kepolsian. Wns yang baru saja dipecat sebagai anggota Satpol PP di Kabupaten Minahasa Selatan ini diduga terkait asmara. Korban L merupakan pegawai negeri sipil di kabupaten Minahasa Selatan, yang juga rekan kerja Wns.

Pocari Sweat Futsal Championship 2012

Sebanyak 240 SMA dan sederajat mengikuti Pocari Sweat Futsal Championship 2012. Kejuaraan futsal berskala nasional itu akan digelar di 15 kota seluruh Indonesia, 27 Januari-13 Mei.

"Kami memahami futsal sangat digemari para remaja Indonesia. Oleh karena itu, Pocari Sweat menggelar kejuaraan futsal tingkat nasional dengan harapan ada pemain-pemain berbakat yang dapat ditarik untuk bermain di tim-tim profesional," kata Ricky Suhendar, Kepala Marketing Pocari Sweat Indonesia, Rabu (25/1/2012) di Jakarta.

Menurut Ricky, kejuaraan tahun ini merupakan yang ketiga kalinya. Jumlah kota dan jumlah peserta tahun ini naik dibanding tahun 2011, yaitu 10 kota dan 150 sekolah peserta.

Di setiap kota sudah dipilih 16 sekolah yang akan mengikuti kejuaraan ini. Ke-16 sekolah itu akan dibagi dalam dua grup dan setiap tim akan bertanding dua kali. Dua tim terbaik dari setiap grup berhak maju ke babak semifinal tingkat kota guna menentukan juara dari masing-masing kota.

Juara dari setiap kota akan diundang untuk mengikuti babak grand champion di Jakarta. Ke-15 juara tingkat kota akan bersaing untuk memperebutkan gelar juara dengan hadiah total Rp 222 juta dan piala bergilir Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora).

Asisten Deputi Pengembangan dan Promosi Kemenpora, Yuni Poerwanti menyambut positif digelarnya kejuaraan futsal berskala nasional ini. Kejuaraan ini dinilai cocok untuk mengembangkan bakat generasi muda di bidang futsal.

"Dengan kejuaraan ini semoga muncul bibit-bibit pemain futsal dan sepak bola yang unggul di masa depan. Tim-tim futsal nasional diharapkan juga memantau bakat para pemain di setiap kota," kata Yuni.

Senin, 09 Januari 2012

Ratu Beatrix Mengenakan Jilbab

Berbagai media Belanda, baik cetak maupun online ramai-ramai menyorot Ratu Beatrix yang mengenakan jilbab. Ratu Belanda ini mengenakan tutup kepala ala Islam tersebut saat mengunjungi masjid Syekh Zaid bin Sultan Al Nahayan di Abu Dhabi, Minggu (8/1/2012). Bersama keluarganya, Ratu mengadakan kunjungan kenegaraan ke Emirat Arab.

Tak pelak lagi Geert Wilders pemimpin Partai untuk Kebebasan PVV, yang dikenal anti Islam, serta merta mengecam perilaku Ratu Belanda. Wilders langsung menuding Beatrix melegitimasi penindasan perempuan.

Bagi PVV, jilbab adalah "simbol" islamisasi, penindasan dan diskriminasi terhadap perempuan. Dengan mengenakan jilbab, Beatrix melegitimasi penindasan perempuan. PVV serta merta meminta Menteri Urusan Integrasi Gerd Leers, yang bertanggung jawab soal integrasi kelompok migran di Belanda, agar memberi penjelasan tentang hal ini.

Setelah mengetahui berita pengenaan jilbab oleh Ratu, Alexander Pechtold, pemimpin partai liberal D66 langsung mengeluarkan peringatan. "Seluruh Belanda dag dig dug menunggu reaksi sejawat Geert Wilders.Sudah bangun kah ia?" Demikian bunyi tweet anggota parlemen Belanda yang sering berdebat sengit melawan Wilders.

Ternyata kekhawatiran Pechtold memang terjadi. Tak lama kemudian muncullah tweet Geert Wilders.

Menyesuaikan diri

Menanggapi kritikan Wilders tersebut Menlu Belanda Uri Rosenthal mengatakan, apa yang dilakuan Ratu tidak masalah. Tindakan Ratu itu, menurut sang menteri, tidak salah, karena beliau menyesuaikan diri dengan tempat yang dikunjungi. Beatrix juga menyesuaikan busananya kalau mengunjungi sinagoga atau gereja. Demikian tegas menlu Belanda.

Bukan hanya Beatrix saja yang mengenakan jilbab saat mengunjungi masjid terbesar di Abu Dhabi tersebut. Putri Maxima juga menutup kepalanya dengan jilbab. Ini merupakan kedua kalinya isteri Putra Mahkota Willen Alexander ini tampil dengan busana muslimah.

Sementara wakil rakyat dari partai hijau GroenLinks, Tofik Dibi, mempermasalahkan biaya yang akan dihabiskan untuk menyelenggarakan debat khusus Parlemen tentang hal ini. Ia menganggapnya pemborosan dana.

Menurut dia, lebih baik perhatian dipusatkan terhadap penanganan krismon yang kini dihadapi Eropa, termasuk Belanda.

Anggota Parlemen dari partai sosialis SP, Harry van Bommel, menilai reaksi Wilders itu hanya untuk kesekian kalinya memukul Islam, atau yang disebutnya "Islam bashing". "Kalau saya berkunjung ke Diding Ratapan (tempat suci umat Yahudi, Red.) di Yerusalem, saya juga akan mengenakan kipah."

Kipah adalah tutup kepala yang dikenakan laki-kali Yahudi.

Martijn van Dam, wakil rakyat dari partai buruh PvdA, juga menilai tindakan Ratu mengenakan jilbab saat mengunjungi masjid di Abu Dhabi itu wajar. "Apa yang dilakukan Ratu sama dengan yang diperbuat ratusan ribu wisatawan Belanda yang mengunjungi gereja di Italia. Di sana lengan harus ditutup sebagai tanda sopan santun dan respek." Demikian Martijn van Dam, seperti dikutip koran Belanda Het Algemeen Dagblad.